Info

Makan Berlebihan Saat Lebaran, Waspadai Gangguan Pencernaan InI!

Dr Mahmoud merekomendasikan memulai dengan sarapan ringan pada hari pertama Idul Fitri.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah

Ilustrasi makan bersama keluarga (Pixabay/skeeze)
Ilustrasi makan bersama keluarga (Pixabay/skeeze)

Himedik.com - Banyaknya makanan yang dihidangkan saat Idul Fitri membuat kita tergiur untuk menyantapnya. Namun, tetap ada yang perlu di perhatikan agar kita tidak jatuh sakit

Kita juga harus tetap memperhatikan porsi makan, jangan sampai berlebihan. Risikonya kita sendiri bisa mengalami Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), dispepsia (gangguan pencernaan) hingga mulas.

"Orang-orang suka menikmati manisan dan hidangan daging yang berat setelah periode puasa yang panjang. Pesta makan ini dapat menyebabkan masalah serius pada saluran pencernaan seperti refluks dan keasaman dan juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan," tutur Rayan Saleh, ahli diet klinis di departemen nutrisi klinis, Burjeel Hospital for Advanced Surgery, Dubai.

Mengontrol porsi makan dapat mengurangi risiko ini, kata Dr.Rayan Saleh dilansir dari Gulfnews.

"Kunyah makanan secara perlahan untuk memastikan pencernaan yang baik, perhatikan apa yang Anda makan, dan jeda empat hingga lima jam antara dua makanan utama untuk membantu tubuh Anda pulih," sambungnya.

Hidangan khas Lebaran masyarakat Indonesia. (Shutterstock)
Hidangan khas Lebaran masyarakat Indonesia. (Shutterstock)

 

Dr Abdul Majeed Mahmoud, spesialis gastroenterologi di Rumah Sakit Zulekha di Dubai, mengatakan, kembali ke jadwal makan pra-Ramadan secara langsung dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

"Di bulan Ramadan, sistem pencernaan terbiasa makan pada waktu-waktu tertentu (berbuka puasa dan sahur) pada hari itu."

"Perubahan mendadak pada kebiasaan makan yang berbeda, ditambah dengan makanan yang tidak sehat, dapat memengaruhi proses pencernaan dan menyebabkan kembung dan mulas. Karena itu penting bagi tubuh untuk menyesuaikan diri," jelas Dr Abdul Majeed Mahmoud.

Dr Mahmoud merekomendasikan memulai dengan sarapan ringan pada hari pertama Idul Fitri.

"Segelas susu dengan beberapa kurma bisa sangat membantu. Hindari makan berlebihan dan berpantang makanan berlemak dan minuman bersoda. Sebagai gantinya, pertahankan makanan buatan rumah yang sehat untuk beberapa hari pertama."

"Namun, itu tidak selalu mungkin karena seseorang cenderung mengunjungi teman dan kerabat untuk kumpul-kumpul Idul Fitri. Pada kesempatan seperti itu, makanlah dalam porsi kecil dan jangan terlalu memaksakan diri, " sarannya.

Berita Terkait

Berita Terkini