Rasa Gatal Malah Semakin Parah Setelah Digaruk, Ini Alasannya!

Untuk menghentikan rasa gatal tersebut, otak memang menyuruh Anda untuk menggaruknya.

Vika Widiastuti
Jum'at, 07 Juni 2019 | 16:00 WIB
Rasa Gatal Malah Semakin Parah Setelah Digaruk, Ini Alasannya!

Rasa Gatal Malah Semakin Parah Setelah Digaruk, Ini Alasannya!

himedik.com - Saat merasa gatal di tubuh, secara otomatis jari-jari akan langsung menggarus permukaan kulit yang terasa gatal. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata menggaruk hanya memperburuk rasa gatal Anda?

Untuk menghentikan rasa gatal tersebut, otak memang menyuruh Anda untuk menggaruknya. Saat Anda menggaruk, saraf Anda mengirim sinyal rasa sakit ke otak Anda, bukan rasa gatal. Tujuannya adalah, agar rasa gatal ini “hilang” ketika digantikan dengan rasa nyeri dilansir Hello Sehat.

Tidak percaya? Coba saja ingat kembali, apa yang Anda rasakan setelah rasa gatal hilang akibat digaruk oleh jari-jari Anda? Dan setelah Anda merasa sakit, kulit Anda akan terasa semakin gatal bukan?

Jadi begini, kulit Anda gatal bisa disebabkan oleh berbagai hal, entah itu karena adanya peradangan akibat terkena zat asing, serangga, atau infeksi kulit. Kemudian, ketika merasa gatal, Anda dengan refleks menggaruknya.

Pada awalnya memang rasa gatal akan hilang dan terasa nyaman. Namun beberapa saat kemudian, Anda akan merasakan sakit pada tempat yang sebelumnya gatal itu akibat menggaruk.

 

Nah, karena timbul rasa sakit, tubuh secara alami mengeluarkan serotonin. Tujuannya adalah untuk mengurangi rasa nyeri yang dirasakan.

Namun, tidak hanya mengatur rasa sakit saja, serotonin juga memberikan rasa “puas” saat menggaruk. Sehingga, semakin banyak serotonin yang dihasilkan akibat rasa sakit, Anda juga akan semakin merasa semakin ingin menggaruk. Sementara, dengan Anda menggaruk, rasa sakit akan terus timbul.

Hati-hati kulit menjadi luka jika digaruk terus-terusan

Anda terus-terusan menggaruk bukan karena sensasinya yang terasa enak, tetapi rasa gatalnya tidak habis-habis. Karena rasa gatal yang semakin bertambah, Anda pasti akan terus menggaruk bagian kulit tersebut hingga rasanya hilang. Namun terlalu sering dan keras Anda menggaruk permukaan kulit hanya akan membuatnya luka dan iritasi. Kulit yang iritasi tentu saja akan terasa perih dan sakit.

Baca Juga: Ditinggal ART Mudik, Ini Pekerjaan Rumah Tangga yang Bisa Dibantu Anak

Walaupun masih terasa gatal, tetapi jika kulit sudah iritasi sebaiknya Anda berhenti menggaruk. Berikut adalah cara agar Anda berhenti menggaruk kulit yang sudah luka namun masih gatal:

-Mengompres kulit yang gatal dengan kain yang sudah dibasahi air dingin.

-Pastikan juga kuku Anda selalu dalam keadaan pendek, tidak panjang.
Jika Anda ada di rumah, Anda bisa langsung mandi dengan air hangat agar merasa rileks dan rasa gatal berkurang.

-Ketahui apa penyebab dari gejala kulit gatal tersebut. Jika hal itu disebabkan oleh alergi makanan, maka hindari mengonsumsi jenis makanan tersebut.

Jadi jangan mulai menggaruk berlebihan saat Anda merasakan gatal. (Suara.com/Silfa Humairah Utami)

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB