Info

Mau Menurunkan Berat Badan setelah Melahirkan? Perhatikan Beberapa Hal Ini

Peningkatan berat badan akibat kehamilan memang umum, namun untuk menurunkannya Anda harus perhatikan beberapa hal ini.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana

Ilustrasi menu makanan sehat, ilustrasi makan buah. (Arkadia Digital Media/Ema Rohimah)
Ilustrasi menu makanan sehat, ilustrasi makan buah. (Arkadia Digital Media/Ema Rohimah)

Himedik.com - Bisa menurunkan berat badan setelah melahirkan menjadi keinginan banyak wanita. Namun, tak sedikit wanita kesulitan untuk menurunkan berat badan pascamelahirkan. 

Melansir dari Healthline, berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membantu menurunkan berat badan setelah melahirkan, antara lain:

1. Tetap Realistis

Dalam sebuah penelitian tahun 2015, 75 persen wanita mengalami peningkatan berat badan setelah melahirkan. Peningkatan berat badan ini bisa menetap kurang lebih selamaa 1 tahun. 

Dari wanita-wanita ini, 47 persen setidaknya memiliki berat 4,5 kg lebih berat dalam 1 tahun, dan 25 persen telah mempertahankan berat badan berlebih sampai 9 kg. Dengan begitu, Anda sebaiknya tetap realistis dengan hanya mengharapkan penurunan berat badan pada 1 hingga 2 tahun pascamelahirkan dengan kisaran 4,5 kg. 

2. Jangan Diet Ketat

Diet ketat adalah diet sangat rendah kalori yang bertujuan untuk membuat Anda kehilangan banyak berat badan dalam waktu sesingkat mungkin.

Setelah melahirkan, tubuh  membutuhkan nutrisi yang baik untuk pemulihan. Selain itu, jika Anda sedang menyusui, Anda membutuhkan lebih banyak kalori.

Diet rendah kalori kemungkinan besar akan memicu kekurangan nutrisi penting dan membuat Anda merasa lelah. 

3. Menyusui

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), American Academy of Pediatrics (AAP), dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan penyakit Amerika (CDC) merekomendasikan ibu baru untuk menyusui. Menyusui bayi  selama 6 bulan pertama kehidupan memiliki banyak manfaat bagi ibu dan bayi.

Wanita yang menyusui memiliki risiko yang lebih rendah mengakami tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, kanker payudara, dan kanker ovarium.
Selain itu, penelitian telah menunjukkan bahwa menyusui dapat mendukung penurunan berat badan pascamelahirkan.

Ilsutrasi menyusui bayi - (Shutterstock)
Ilsutrasi menyusui bayi - (Shutterstock)

 

Namun, dalam 3 bulan pertama menyusui mungkin tidak akan memengaruhi penurunan berat badan. Hal ini disebabkan meningkatnya kebutuhan dan asupan kalori, serta berkurangnya aktivitas fisik saat menyusui.

4. Pantau Asupan Kalori

Memantau kalori dapat membantu mengetahui seberapa banyak Anda makan yang juga dapat membantu memastikan Anda mendapatkan cukup kalori. Memantau asupan kalori bisa dilakukan dengan membuat buku harian makan, memotret makanan sebagai pengingat, dan coba gunakan aplikasi pelacak kalori melalui ponsel. 

Menggunakan teknik ini dapat membantu Anda mengurangi ukuran porsi kalori dan memilih makan makanan yang lebih sehat yang membantu menurunkan berat badan.

5. Konsumsi Makanan Tinggi Serat

Makan makanan tinggi serat bisa didapatkan dari biji-bijian, buah, dan sayuran. Makan makanan yang tinggi serat telah terbukti membantu menurunkan berat badan.

Sebuah studi tahun 2019 pada 345 orang menemukan bahwa peningkatan 4 gram serat pada pola makan bisa memberikan tambahan penurunan berat badan sebanyak 1,5 kg selama 6 bulan.

Berita Terkait

Berita Terkini