Info

Turunkan Risiko Keparahan Covid-19, Yuk Jaga Kebersihan Mulut

Pakar menyebutkan bahwa menjaga kesehatan mulut bisa mengurangi risiko keparahan Covid-19.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana

Ilustrasi obat kumur. (Shutterstock)
Ilustrasi obat kumur. (Shutterstock)

Himedik.com - Menjaga kebersihan mulut bukan hanya menyehatkan area gigi dan gusi. Pasalnya, baru-baru ini para ahli mengatakan bahwa melakukan perawatan kesehatan mulut berpotensi efektif mencegah Covid-19 dan Covid-19 parah. Dalam hal ini, Anda perlu untuk menjaga kebersihan mulut dan mengurangi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap penyakit gusi seperti penumpukan plak.

Melansir dari Medical Xpress, Covid-19 dapat masuk ke paru-paru orang dari air liur dengan virus bergerak langsung dari mulut ke aliran darah terutama jika seseorang menderita penyakit gusi.

Bukti menunjukkan bahwa pembuluh darah paru-paru awalnya dipengaruhi oleh penyakit paru-paru Covid-19 dengan konsentrasi virus yang tinggi dalam air liur dan periodontitis terkait dengan peningkatan risiko kematian.

Para peneliti mengusulkan bahwa akumulasi plak gigi dan peradangan periodontal semakin meningkatkan kemungkinan virus SARS-CoV-2 mencapai paru-paru dan menyebabkan kasus infeksi yang lebih parah. Penelitian ini telah diterbitkan pada Journal of Oral Medicine and Dental Research.

Ilustrasi obat kumur (Pixabay/kreatikar)
Ilustrasi obat kumur (Pixabay/kreatikar)

 

Mereka mencatat bukti yang muncul bahwa bahan khusus dari beberapa produk obat kumur yang murah dan tersedia secara luas sangat efektif dalam menonaktifkan virus SARS-CoV-2.

Tindakan kebersihan mulut yang sederhana, termasuk penggunaan produk obat kumur dapat membantu menurunkan risiko penularan virus dari mulut ke paru-paru pada penderita Covid-19. Upaya ini juga membantu mencegah kasus infeksi yang parah.

"Sementara itu kebersihan mulut harian dan pengendalian plak tidak hanya akan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mulut, tetapi juga bisa menyelamatkan nyawa dalam konteks pandemi," kata rekan penulis studi Iain Chapple, Profesor Periodontologi di Universitas Birmingham.

Berita Terkait

Berita Terkini