CDC: Tak Vaksin Covid-19 Tingkat Risiko Infeksi Ulang 2 Kali Lipat!

CDC mengatakan bahwa orang yang belum vaksin Covid-19 berisiko mengalami infeksi ulang 2 kali lipat.

Shevinna Putti Anggraeni
Minggu, 08 Agustus 2021 | 10:30 WIB
CDC: Tak Vaksin Covid-19 Tingkat Risiko Infeksi Ulang 2 Kali Lipat!

CDC: Tak Vaksin Covid-19 Tingkat Risiko Infeksi Ulang 2 Kali Lipat!

himedik.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan bahwa orang yang tidak suntik vaksin Covid-19 lengkap berisiko alami infeksi ulang.

Studi ini diterbitkan sebagai bagian dari badan Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR), yang meneliti ratusan warga. Studi ini pun menemukan bahwa orang yang tidak vaksinasi penuh kemungkinan 2,34 kali lebih berisiko reinfeksi dibandingkan orang yang sudah vaksinasi.

Mereka mengamati orang-orang usia 18 tahun ke atas dan terinfeksi virus corona Covid-19 pada 2020 lalu, kemudian mengalami infeksi ulang antara Mei dan Juni 2021 yang bersamaan dengan munculnya varian Delta.

"Jika Anda pernah terinfeksi virus corona Covid-19 sebelumnya, Anda tetap harus vaksinasi. Studi ini telah menunjukkan orang yang tidak vaksinasi 2 kali lebih berisiko terinfeksi ulang," kata Dr. Rochelle Walensky, Direktur Pusat Pengendalian Penyakit dikutip dari Fox News.

Menurut Dr. Rochelle, vaksinasi adalah cara terbaik untuk melindungi diri sendiri dan orang lain di sekitar, terutama ketika varian Delta ini lebih menular dan telah menyebar ke seluruh negeri.

Ilustrasi virus corona covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)
Ilustrasi virus corona covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

 

Dr. Rochelle mengatakan virus corona varian Delta telah terbukti jauh lebih menular daripada virus corona Covid-19 aslinya. Ia mencatat varian itu menyebar luar biasa pada pertengahan Juli 2021.

Tapi, CDC menekankan bahwa vaksin Covid-19 tetap aman dan efektif sekaligus cara terbaik untuk mencegah infeksi virus corona varian Delta. MMWR juga menerbitkan sebuah penelitian yang menunjukkan keberhasilan vaksin Covid-19 dalam mencegah rawat inap terkait virus corona Covid-19 di antara kelompok usia berisiko tinggi.

Studi kedua menunjukkan bahwa vaksin Pfizer dan vaksin Moderna pada orang dewasa berusia 65-74 tahun memiliki tingkat efektivitas 96 persen dalam mencegah rawat inap. Tapi, tingkat efektivitas ini menurun hingga 91 persen pada orang lanjut usia 75 tahun.

Sementara, Vaksin Johnson & Johsnon memiliki tingkat efektivitas 85 persen pada kedua kelompok usia. Tingkat efektivitas vaksin Janssen itu masih 2 kali lipat dari rata-rata efektivitas suntikan flu.

Baca Juga: Khusus Pasien Diabetes Tipe 2, Waktu Makan Pengaruhi Kadar Gula Darah Lho!

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB