Wanita

Meniup Vagina saat Seks Oral Bisa Memicu Kematian, Benarkah?

Meniup vagina saat berhubungan seks oral dapat menyebabkan emboli udara. Apakah ini memicu kematian?

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah

Ilustrasi vagina. (Shutterstock)
Ilustrasi vagina. (Shutterstock)

Himedik.com - Meniupkan udara ke vagina dapat menyebabkan kematian merupakan salah satu dari banyaknya mitos tentang seks. Tapi, benarkah hal ini?

Dilansir Metro, ternyata hal ini dapat terjadi meski tidak secara langsung, yang disebabkan karena adanya emboli udara.

Emboli udara terjadi ketika satu atau lebih gelembung udara memasuki vena atau arteri dan memblokirnya. Ini dapat terjadi dalam berbagai cara, meski hanya ada beberapa kasus yang terjadi saat berhubungan seks.

Menurut Healthline, meniupkan udara ke dalam vagina selama seks oral dapat menyebabkan emboli udara.

Ilustrasi kesehatan reproduksi perempuan, vagina.
Ilustrasi kesehatan reproduksi perempuan, vagina. (Shutterstock)

Dalam kasus ini, emboli udara dapat terjadi jika ada robekan atau cedera pada vagina atau rahim. Risikonya lebih tinggi pada wanita hamil, yang mungkin mengalami robekan pada plasenta mereka.

Gelembung udara ini dapat menyebar ke otak, jantung, atau paru-paru dan menyebabkan serangan jantung, stroke, atau gagal napas.

Sebuah artikel di International Journal of Legal Medicine pada 1990 melaporkan kasus seorang wanita hamil berusia 40 tahun yang menggunakan wortel untuk tujuan seksual.

Penyebab kematian dianggap karena emboli udara, dan diketahui bahwa gerakan seperti piston telah menyebabkan udara terperangkap di dalam vagina, masuk ke aliran darah karena kemungkinan ada robekan pada plasenta, memicu serangan jantung.

The Postgrad Medical Journal juga melaporkan pada 1998 bahwa Departemen Kesehatan Inggris telah menemukan tiga kasus kematian akibat emboli selama hubungan seksual vaginal dan satu kasus kematian terjadi akibat seks oral.

Meski demikian, ini adalah risiko yang sangat kecil, dan bukan sesuatu yang akan terjadi selama sesi hubungan intim intens.

Jadi, ini lebih tentang mendorong udara ke dalam vagina sambil menciptakan semacam 'segel' yang dapat menghentikan udara keluar, dan ini cenderung tidak terjadi pada praktik berhubungan seks pada umumnya.

Berita Terkait

Berita Terkini